Selamat pagi, kali ini kita akan membahas tentang 3 kerajaan terbesar yang pernah ada nusantara. Nah, bahas-bahas tentang kerajaan nih, sebelum terbentuknya negara kesatuan republik indonesia, negara ini pernah terbagi-bagi menjadi beberapa bagian kerajaan besar bahkan ada salah satu kerajaan di nusantara yang luas petanya yang mencakup negara-negara lain. Mau tau apa saja? langsung saja cekidot…
- Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia yang bercorak kan Hindu dan berada di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Raja Raden Wijaya pada tahun tahun 1293 Masehi. Selain itu kerajaan ini juga disebut-sebut sebagai kerajaan yang mempunyai wilayah kekuasaan yang terbesar di Indonesia bahkan kekuasaannya hingga ke luar Indonesia. Sebenarnya kerajaan Majapahit berdiri sebab adanya serangan dari Jayaketwang (Adipati Kediri) yang berhasil membunuh penguasa Kerajaan Singasari yang terakhir yaitu Kertanegara dikarenakan menolak pembayaran upeti.
Selanjutnya Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil melarikan diri ke Madura untuk meminta perlindungan terhadap Aryawiraraja. Lalu Raden Wijaya diberi hutan tarik oleh Aryawiraraja untuk dipakai sebagai wilayah kekuasaan dan pada akhirnya dijadikan sebuah desa baru dengan nama Majapahit.
Majapahit berasal dari kata ”buah maja” dan “rasa pahit”. Tidak lama kemudian pasukan Mongolia yang dipimpin oleh Shis-Pi, Ike-Mise dan juga Kau Hsing datang ke tanah Jawa. Yang tak lain adalah dengan tujuan untuk menghukum Kertanegara karena menolak pembayaran upeti terhadap pasukan Mongolia.
Dalam situasi tersebut Raden Wijaya memanfaatkan kerja sama dengan pasukan Mongolia untuk menyerang pasukan Jayaketwang. Dan pada akhirnya pasukan Mongolia dengan bantuan Raden Wijaya menang dengan terbunuhnya Jayaketwang. Tidak berselang lama, kemudian Raden Wijaya mengusir pasukan Mongolia dari tanah Jawa.
Pengusiran tersebut terjadi ketika para pasukan Mongolia sedang berpesta untuk merayakan kemenangannya atas pasukan Jayaketwang. Saat situasi yang lengah tersebutlah Raden Wijaya memanfaatkannya untuk melakukan penyerangan kepada Pasukan Mongolia.
Akhirnya Raden Wijaya berhasil untuk mengusir pasukan Mongolia dari tanah Jawa dan kemudian naik tahta dan bergelar Sri Kertajasa Jayawardhana tahun 1293.
Menurut para ahli, berdirinya Kerajaan Majapahit adalah ketika Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja Majapahit tanggal 15 bulan Kartika 1215 atau pada tanggal 10 November 1293.
Sebagaimana disinggung di atas bahwa Kerajaan Majapahit berada di Propinsi Jawa Timur yang mana ibu kotanya di sebuah desa yang saat ini bernama Triwulan di Mojokerto. Yang mana kerajaan Majapahit berdiri dari tahun 1293 hingga 1500 M.
2. Kerajaan Tarumanegara
Menurut naskah Wangsakerta, kerajaan didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358, kemudian digantikan oleh putranya yakni Darmayawarman (382-395).
Kerajaan Tarumanegara berasal dari kata Taruma dan Negara. Taruma diambil dari nama Sungai Citarum dan Naraga yang berarti negara atau kerajaan. Letak Kerajaan Tarumanegara adalah di Banten namun kekuasaannya hampir di seluruh Jawa Barat.
Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara adalah ditemukannya 7 buah batu prasasti. 5 Di Bogor, 1 di Jakarta dan 1 di Lebak Banten. Dari prasasti yang ditemukan diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingwarman pada (358-382). Makamnya berada di sekitar Sungai Gomati yang berada di Bekasi.
Di kehidupan politik, Kerajaan Tarumanegara telah menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan di Tiongkok.
Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
a. Prasasti Ciareteun. Prasasti ini ditulis menggunakan Bahasa Sansekerta huruf Pallawa dan ditemukan telapak kaki Raja Purnawarman yang dianggap titisan Dewa Wisnu.
b. Prasati Tugu, ditulis dalam 5 baris tulisan beraksara Pallawa dan Sansekerta.
c. Prasasti Kebun Kopi, terdapat sepasang telapak kaki gajah. Gajah digambarkan sebagai hewan sakral dan dekat dengan Dewa Wisnu.
d. Prasasti Muara Ciaten, terdapat lukisan kaki, dan tulisan aksara ikal yang belum dapat diterjemahkan.
e. Prasasti Cidanghiang, terdapat 2 baris tulisan yang menggunakan bahasa Pallawa dan Sansekerta.
f. Prasasti Pasir Awi, terdapat sepasang telapak kaki.
3.Kerajaan Sriwijaya.
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Melayu yang berada di pulau Sumatera serta memiliki pengaruh besar terhadap Nusantara. Nama kerajaan ini berasal dari Bahasa Sansekerta, sri artinya bercahaya dan wijaya yang memiliki arti kemenangan. Sehingga arti nama kerajaan ini berarti kemenangan yang bercahaya.
Daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya yang meliputi Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, bahkan hingga Pulau Jawa ini membuat nama Kerajaan Sriwijaya dikenal di seluruh Nusantara. Tidak hanya dari Nusantara saja, akan tetapi juga kerajaan ini dikenal hingga ke mancanegara.
Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai sumber yang menyebutkan adanya kerajaan di Sumatera ini. Ada kabar yang mengatakan bahwa para pedagang dari Arab dan Cina pernah berdagang di Sriwijaya. Sedangkan menurut berita dari India, kerajaan di India pernah bekerja sama dengan kerajaan Sriwijaya.
Sebuah kerajaan yang besar tentunya memiliki sejarah jaya dan runtuhnya yang tentu akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia. Sejarah masa kejayaan kerajaan Sriwijaya dimulai sekitar abad ke 9 hingga abad ke 10 di mana saat itu kerajaan ini berhasil menguasai jalur perdagangan maritim Asia Tenggara.
Tidak hanya perdagangan maritim saja, akan tetapi juga berbagai kerajaan di Asia Tenggara berhasil dikuasai oleh Sriwijaya. Kerajaan di Thailand, Kamboja, Filipina, Vietnam, hingga Sumatera dan Jawa berhasil dikuasai Sriwijaya.
Raja Kerajaan Sriwijaya yang berhasil menaklukkan Jawa dan Melayu adalah Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa dan memimpin pada tahun 671. Lalu pada tahun 728 hingga 742, Sriwijaya dipimpin oleh Rudra Wikrama yang melakukan utusan ke Tiongkok pada masa kepemimpinannya.
Pada tahun 702, Sriwijaya dipimpin oleh Sri Indrawarman dan dilanjutkan oleh Sri Maharaja pada tahun 775. Berkat kepemimpinannya, Kamboja dan Thailand berhasil ditaklukkan oleh Sriwijaya. Tahun 851, Sriwijaya dipimpin oleh Maharaja yang dilanjutkan oleh Balaputra Dewa di tahun 860 Masehi.
Raja Kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya adalah Sri Udayadityawarman yang memimpin kerajaan pada tahun 960 Masehi dan dilanjutkan oleh Sri Udayaditya pada tahun 962 Masehi. Kepemimpinan Sriwijaya dilanjutkan oleh Sri Sudamaniwarmadewa dan Marawijayatunggawarman pada tahun 1044 masehi.
Kepemimpinan Raja Kerajaan Sriwijaya yang terakhir adalah Sri Sanggaramawijayatunggawarman pada tahun 1044 Masehi. Berkat kepemimpinannya, Sriwijaya berhasil ditaklukkan oleh India.


















